E-learning Spesialis Nomor Satu

23 Agustus 2015

Teori dan Proses Lengkap Pembentukan Minyak Bumi

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Teori Pembentukan Minyak Bumi - Minyak bumi atau julukannya adalah emas hitam yang merupakan cairan kental, berwarna hitam atau kehijauan, mudah terbakar dan berada di lapisan atas dari beberapa kerak bumi.

Hampir semua kegiatan manusia di era modern ini membutuhkan minyak bumi, sehingga minyak bumi dan gas alam menjadi sumber utama energi di dunia yaitu sekitar 65,5%, batubara 23,5%, air 6% serta sumber energi lainnya. Pengertian lain, Minyak bumi juga disebut dengan Proteleum (Latin: petrus = batu , oleum = minyak) yang merupakan zat cair licin mudah terbakar

Dalam artikel kali ini, kita akan membahas tentang teori terbentuknya minyak bumi kemudian proses pembentukan minyak bumi. Untuk teorinya sendiri ada 3, yaitu :


A. Teori Pembentukan Minyak Bumi

1. Teori Biogenetik (Organik)

Teori ini menyebutkan bahwa Minyak Bumi dan Gas Alam terbentuk dari beraneka jasad organik seperti hewan dan tumbuhan yang mati dan tertimbun endapan pasir dan lumpur. Kemudian endapan lumpur ini menghanyutkan senyawa pembentuk minyak bumi ini dari sungai menuju ke laut dan mengendap di dasar lautun selama jutaan tahun. Akibat pengaruh waktu, temperatur dan tekanan lapisan batuan di atasnya menyebabkan organisme itu menjadi bintik-bintik minyak ataupun gas

2. Teori Anorganik

Teori menyebutkan bahwa minyak bumi terbentuk karena aktivitas bakteri. Unsur seperti oksigen, belerang dan nitrogen dari zat yang terkubur akibat aktivitas bakteri berubah menjadi zat minyak yang berisi hidrokarbon

3. Teori Duplex

Teori ini merupakan teori yang banyak digunakan oleh kalangan luas karena menggabungkan Teori Biogenetik dengan Anorganik yang menjelaskan bahwa minyak bumi dan gas alam terbentuk dari berbagai jenis organisme laut baik hewan maupun tumbuhan. 

Akibat pengaruh waktu, temperatur, dan tekanan, maka endapan Lumpur berubah menjadi batuan sedimen. Batuan lunak yang berasal dari Lumpur yang mengandung bintik-bintik minyak dikenal sebagai batuan induk (Source Rock). Selanjutnya minyak dan gas ini akan bermigrasi menuju tempat yang bertekanan lebih rendah dan akhirnya terakumulasi di tempat tertentu yang disebut dengan perangkap (Trap).

Dalam suatu perangkap (Trap) dapat mengandung (1) minyak, gas, dan air, (2) minyak dan air, (3) gas dan air. Jika gas terdapat bersama-sama dengan minyak bumi disebut dengan Associated Gas. Sedangkan jika gas terdapat sendiri dalam suatu perangkap disebut Non Associated Gas. Karena perbedaan berat jenis, maka gas selalu berada di atas, minyak di tengah, dan air di bagian bawah. Karena proses pembentukan minyak bumi memerlukan waktu yang lama, maka minyak bumi digolongkan sebagai sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui (unrenewable). - chem-is-try.org

B. Proses Pembentukan Minyak Bumi

Nah kan kita sudah tahu mengenai teori pembentukan minyak bumi, sekarang kita tinggal mengetahui gimana sih proses terbentuknya. Selain itu penjelasanya dilengkapi dengan gambar yang sudah disediakan oleh sumber terpercaya kami

1. Fotosintesa Ganggang

Gambar Proses Pembentukan Minyak Bumi Pertama Kali
source : HdSPicture
Minyak bumi dibuat secara alami, pertama tama dihasilkan oleh ganggang yang berfotosintesa, kenapa ganggang? Karena ganggang merupakan biota terpenting dalam menghasilkan minyak bumi, sebenarnya tumbuhan tingkat tinggi bisa saja namun tumbuhan tersebut cenderung lebih menghasilkan gas ketimbang minyak bumi

2. Pembentukan Batuan Induk (Source Rock)

Proses Terbentuknya Batuan Induk
source : HdSPicture
Proses terjadinya minyak bumi selanjutnya ialah pembentukan batuan induk. Batuan induk ini terbentuk karena ganggang yang sudah mati terendapkan di cekungan sedimen lalu membentuk Batuan Induk, batuan induk merupakan batuan yang memiliki kandungan Carbon yang tinggi (High Total Organic Carbon). Namun tidak sembarang cekungan bisa menjadi Batuan Induk, makanya proses ini sangat spesifik

3. Pengendapan Batuan Induk

Gambar Proses Pembentukan Hidrokarbon
source : HdSPicture
Kemudian batuan induk tertimbun oleh batuan lain selama jutaan tahun, salah satu batuan yang menimbun Batuan Induk ini adalah batuan sarang. Batu Sarang merupakan batu sarang ini umumnya terbentuk dari batu gamping, pasir maupun batu vulkanik yang tertimbun bersama dan terdapat ruang berpori. 

Semakin lama, batuan lain akan menumpuk dan dasarnya akan semakin tertekan kedalam sehingga suhunya akan semakin bertambah. Minyak terbentuk pada suhu antara 50 sampai 180 derajat Celsius. Tetapi puncak atau kematangan terbagus akan tercapai bila suhunya mencapat 100 derajat Celsius. Ketika suhu terus bertambah karena cekungan itu semakin turun dalam yang juga diikuti penambahan batuan penimbun, maka suhu tinggi ini akan memasak karbon yang ada menjadi gas.

4. Proses Akhir

Proses Akhir Terbentuknya Minyak Bumi
source : HdSPicture
Karbon terkena panas dan bereaksi dengan hidrogen membentuk hidrokarbon. Minyak yang dihasilkan oleh batuan induk yang telah matang ini berupa minyak mentah. Walaupun berupa cairan, ciri fisik minyak bumi mentah berbeda dengan air. Salah satunya yang terpenting adalah berat jenis dan kekentalan. Kekentalan minyak bumi mentah lebih tinggi dari air, namun berat jenis minyak bumi mentah lebih kecil dari air. Minyak bumi yang memiliki berat jenis lebih rendah dari air cenderung akan pergi ke atas. Ketika minyak tertahan oleh sebuah bentuk batuan yang menyerupai mangkok terbalik, maka minyak ini akan tertangkap dan siap ditambang. - hedisasrawan

Waw panjang banget ya? Minyak bumi tidak dapat dibuat dalam waktu singkat, sehingga kita harus benar-benar menghemat kepamaikan minyak bumi. Terima kasih telah belajar tentang Teori dan Proses Lengkap Pembentukan Minyak Bumi dan Gas Alam

Selengkapnya di Eduspensa.com :

Related : Teori dan Proses Lengkap Pembentukan Minyak Bumi

0komentar:

Poskan Komentar